GinJaL


injal merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk membuang sampah metabolisme dan racun tubuh dalam bentuk urin, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh.

Beberapa penyakit yang terjadi pada ginjal adalah gagal ginjal dan peradangan ginjal. Gagal Ginjal terbagi dua yaitu Gagal ginjal akut (GGA) dan Gagal ginjal kronik (GGK). Sementara Nefritis atau peradangan ginjal, adalah salah satu penyakit ginjal yang sering ditemui. Infeksi ginjal (Nefritis), hampir selalu dimulai dengan infeksi saluran kemih bagian bawah.



GAGAL GINJAL

Penyakit gagal ginjal adalah keadaan penurunan fungsi ginjal, penimbunan racun dan sampah metabolisme. Berat ringannya gejala tergantung kerusakan ginjal yang terjadi. Gagal ginjal akut (GGA) adalah suatu spectrum keadaan fisiologis dan klinis yang ditandai dengan penurunan secara mendadak (dalam beberapa jam sampai beberapa hari) glomerular filtration rate (GFR) dan perubahan kemampuan fungsi ginjal untuk mempertahankan ekskresi air yang cukup untuk keseimbangan dalam tubuh. Penurunan GFR secara akut dapat terjadi karena turunnya perfusi ginjal misalnya karena hipertensi atau juga dikarenakan penurunan fungsi glomerulus.

Penyebab GGA dibagi menjadi 3 tahap :

  • Sebelum masuk ke ginjal (pre renal), Adanya penurunan atau gangguan ginjal yang disebabkan oleh : Penurunan volume vaskular / pemubuluh darah (pendarahan, muntah, diare), Peningkatan kapasitas vaskular (luka, reaksi, anafilaksis atau alergi), Penurunan atau kegagalan jantung memompa darah (kardiogenik, emboli paru, infark jantung).
  • Di dalam ginjal (intra renal), Adanya gangguan ginjal yang disebabkan oleh penyakit ginjal primer (glomerulonefritis akut, radang ginjal / nefritis interstisial akut karena obat, infeksi kuman).
  • Setelah keluar dari ginjal (post renal), Adanya penyumbatan yang isebabkan oleh gangguan pengeluaran urin pada kedua sisi ginjal.

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kemampuan fungsi ginjal yang cukup berat, terjadinya berangsur-angsur karena nefron ginjal berubah menjadi jaringan ikat. Penyakit GGK yang semakin parah dapat berkembang menjadi gagal ginjal terminal (GGT) karena kondisi ginjal semakin memburuk dan penderita harus mengalami cuci darah (hemodialisa). Penyakit GGK bersifat progresif.

GGK ditandai dengan penurunan laju penyarian glomerulus (GFR). Dengan menurunnya kecepatan penyaringan ini, kadar urea darah meningkat dan nefron yang masih berfungsi yang tersisa akan mengalami hipertrofi. Dengan naiknya kadar urea darah dan meningkatnya proses penyaringan oleh nefron yang mengalami hipertrofi tersebut, muatan solute yang sampai ke dalam masing-masing tubulus yang masih berfungsi akan menjadi lebih besar daripada keadaan normalnya. Salah satu konsekuensi dari keadaan ini adalah poliuria akibat ketidakmampuan sel-sel tubulus untuk memekatkan filtrate dengan sempurna. Klasifikasi GGK atas dasar derajat penyakit :
Penyebab GGK :
  • Radang glomerulus
  • Penyakit ginjal karena penyumbatan dan infeksi
  • Kelainan ginjal terkait diabetes, nefrosklerosis

Gejala-gejala yang biasa ditimbulkan pada penyakit gagal ginjal :

  • Berkurangnya produksi air kemih (oliguria = volume air kemih berkurang atau anuria = sama sekali tidak terbentuk air kemih)
  • Nokturia (berkemih di malam hari)
  • Pembengkakan tungkai, kaki atau pergelangan kaki
  • Pembengkakan yang menyeluruh (karena terjadi penimbunan cairan)
  • Berkurangnya rasa, terutama di tangan atau kaki
  • Kejang
  • Tremor tangan
  • Mual, muntah

Pengobatan
Terapi non farmakologi
:
  • Istirahat
  • Diet protein maksimal 30 gram/hari; rendah kalori : 40 – 50 Kal/kg/hari; cairan dan elektrolit, pertama berikan 3000 ml iv, lalu berikan sampai diuresis cukup 40 ml/jam; natrium dibatasi namun cukup untuk menjaga volume cairan ekstraseluler; kalium dibatasi bila ada oliguria.

Terapi farmakologi :

Untuk penderita GGA

Diuretik (Loop diuretic), misal Furosemide dengan mekanisme Menghambat reabsorbsi elektrolit di ansa henle asendens bagian epitel tebal dalam tubulus ginjal. Bila terjadi infeksi diberikan antibiotik. Dilakukan juga terapi komplikasi ; Hiperkalemia, dilakukan pengaturan diet, kalsium glukonat iv 0,5 ml/kg BB larutan 10%, glukosa 25-50 g dalam larutan hiperkronik, insulin reguler. Bila mengalami asidosis metabolic, perlu Ca bikarbonat. Hipertensi, atur diet dan obat anti hipertensi.

Untuk penderita GGK

Natrium bikarbonat (bila ada asidosis), mekanisme kerjanya mengurangi keasaman darah. Eritropoetin (bila ada anemia), mekanisme kerjanya meningkatkan kadar hemoglobin. Preparat kalsium (bila ada hipokalsemia) dan Alopurinol (bila ada hiperurisemia), mekanisme kerjanya Obat ini bekerja dengan menghambat xantin oksidase, enzim yang mengubah hipoxantin menjadi xantin dan selanjutnya menjadi asam urat. Melalui mekanisme umpan balik alopurinol menghambat sintesis purin yang merupakan prekrusor xantin.

Selanjutnya dapat juga dengan Dialisis yang merupakan proses pembuangan limbah metabolik dan kelebihan cairan dari tubuh. Darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan dipompa ke dalam mesin yang akan menyaring zat-zat racun keluar dari darah dan kemudian darah yang sudah bersih dikembalikan lagi ke dalam tubuh penderita. Bila semua belum berhasil, dilakukan transplantasi ginjal dimana pada prinsipnya memindahkan ginjal sehat ke penderita gagal ginjal. Ginjal baru ini akan diletakkan di rongga ileum kemudian menyambungkan pembuluh darah ginjal baru dengan pasien baru kemudian dengan ureter.

Untuk KIE (Kontra Indikasi Efek samping) yang perlu diberikan ;

1. Informasi pada pasien tentang cara penggunaan obat yang benar

2. Pemberian kalori yang cukup

3. Pembatasan garam, makanan berlemak

4. Jelaskan tentang efek samping obat yang mungkin timbul


Monitoring yang dilakukan pada pasien; Monitoring kadar BUN, Monitoring kadar kreatinin serum, Monitoring kadar elektrolit serum, Monitoring kadar phospat serum, Monitoring tekanan darah, Monitoring kadar hemoglobin, Monitoring kadar hematokrit.

NEFRITIS

Nefritis atau peradangan ginjal, adalah salah satu penyakit ginjal yang sering ditemui. Gejala utamanya adalah tampaknya elemen seperti albumin di dalam air seni. Kondisi ini disebut albuminuria. Sel-sel darah merah dan darah putih dan serpihan granular yang kesemuanya tampak dalam pemeriksaan mikroskopik pada air seni.

Nefrosis adalah suatu jenis nefritis yang ditandai dengan penurunan kondisi pembuluh-pembuluh pada ginjal. Nefrosis murni sangat jarang dijumpai. Yang lebih sering ditemui adalah yang berhubungan dengan glomerulonefritis atau penyakit-penyakit lain yang menyerang ginjal. Akan tetapi, istilah nefrosis masih digunakan bagi gejala yang ditunjukkan oleh timbulnya udema. Jumlah albumin yang berlebihan pada air seni, kolesterol yang berlebihan pada darah dan pengeluaran air seni yang relatif normal.

Nefrosklerosis atau pengerasan pembuluh arteri yang menuju ke ginjal, adalah suatu kelainan yang ditunjukkan dengan adanya albumin dalam air seni. Zat-zat tertentu serta terkadang dijumpai sel darah merah atau putih dalam darah (hematuria), terkadang disertai penyakit hipertensi. Pada intinya adalah terjadinya pengerasan dari pembuluh arteri kecil pada ginjal, disertai terjadinya pengerutan pada glomeruli dan perubahan patologis pada jaringan yang koyak atau luka.

Pielonefritis adalah infeksi ginjal karena bakteri. Pielonefritis akut seringkali disertai demam, rasa dingin, pedih pada bagian yang sakit, sering buang air kecil, dan sensasi seperti terbakar saat buang air kecil. Pielonefritis kronis terjadi secara bertahap, biasanya tanpa gejala dan penyakit ini dapat mengarah pada kerusakan ginjal dan uraemia. Penyakit ini lebih umum dijumpai pada wanita dibanding pada laki-laki dan sering terjadi pada penderita diabetes.

Pengobatan,
.........................



_____________________________________________________________________________________


Berlangganan artikel ini :

Masukkan email kamu :

Sponsor by FeedBurner

Jangan lupa baca yang ini juga yaa...

0 comment: